Intan / June 12, 2020

Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung di Bibir Pantai Losari

Masjid Amirul Mukminin yang mana suatu bangunan masjid dengan keunikan tertentu, masjid ini ialah salah satu bangunan masjid terapung yang terdapat serta awal kali

terletak di Indonesia, yang mana Posisi Masjid ini terletak pas di timur laut Tepi laut Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid ini dibentuk sebab gagasan dan wacana dari walikota makassar pada masa itu yang mau sekali memperkaya khasanah serta menaikkan landmark di Kota Makassar serta pula menaikkan suatu wisata bernuansa religius yang terdapat di kota makassar ini.


Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung di Bibir Pantai Losari

Walaupun saja konsepnya ini terbuat secara simpel tetapi kala telah terbangun hingga hasilnya juga sangat luar biasa, dimana perpaduan antara wisata berbentuk panorama alam serta pula terdapatnya suatu aspek sangat religius serta dikemas jadi suatu momen yang sangat indah.

Hingga kamu bisa membayangkan kala di dikala Kamu lagi menunggu kala ibadah shalat Magrib, hingga distu lah kamu pula hendak memandang panorama indah Kota Makassar serta pula menikmati sunset kala menemani kamu dengan panorama alam yang indah.

Keunikan Masjid Amirul Mukminin

Nama Masjid yang bisa menampung dekat 500- an jemaah ini melambangkan Asmaul Husana. Angkatan laut(AL) Makazzary sendiri melambangkan salah seseorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Memandang ukurannya pasti terbayang masjid ini pastilah

memiliki sebagian lantai.

Benar saja, dikatakan kalau Masjid Amirul Mukminin ini ialah masjid yang memiliki 3 lantai dasar yang seluruhnya ditopang oleh 164 tiang pancang serta memiliki luas 1. 683 m2. Buat lantai bagian teras yang mana tempat ini terletak pas di dasar kubah serta ialah tempat yang sangat banyak digunakan masyarakat buat melaksanakan aktivitas tamasya, misalnya memandang sunset di Tepi laut Losari.

Lantai sangat atas masjid ialah tempat yang di khususkan untuk para wisatawan yang mana mau melakukan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid ini pula dipergunakan secara spesial buat jamaah perempuan serta pada bagian lantai bawahnya buat shalat para jamaah laki- laki. Di lantai sangat dasar itu pula ada tempat wudhu laki- laki yang terletak di sebelah kanan, sedangkan buat para perempuan terletak di sebelah kiri masjid.

Tidak hanya itu, Menurut ungkapan dari Pembuat Kubah Masjid menjelaskan bahwa masjid ini mempunyai kubah dengan diameter mencapai 9 m yang mana pada bagian bawahnya para wisatawan bisa memakainya bagaikan tempat bersantai serta tempat yang sesuai buat mengabadikan suatu momen. Wisatawan juga bisa naik ke atas kubah yang lewat 2 tangga samping yang mengelilingi masjid.

Dari segi tata posisinya saja telah dikenal kalau masjid terapung Amirul Mukminin yang terletak di kota Makassar ini memanglah masjid satu satunya yang terdapat di Indonesia serta di dunia yang dibentuk begitu jauh di tengah laut. Walaupun begitu, suatu bangunan masjid masjid yang seragam ini pula telah begitu banyak dibentuk di Indonesia serta pula sudah menyebar lumayan luas di dunia, serta seakan jadi trend baru dalam pembangunan masjid dikala ini.

Tadinya di Indonesia sendiri paling tidak telah terdapat sebagian bangunan Masjid Terapung, sebut saja antara lain adalah

Masjid Raya Al- Munawaroh di yang terdapat di Kota Ternate, Kemudian terdapat pula Masjid Amirul Mu’ minin kota Makasar, serta lain lain, sedangkan yang sangat populer di luar negara antara lain merupakan Masjid Terapung Ar- Rahmah yang mana Masjid ini mengapung di laut merah kota Jeddah, Arab Saudi serta Masjid Hassan II, Casablanca- Maroko. yang seakan mengapung di samudera Atlantik Utara.

Kala dari kejauhan hingga paling tidak hendak nampak jelas kalau bangunan masjid ini hendak nampak mengapung kala di permukaan laut serta terletak di tengah- tengah tepi laut Losari, dengan letaknya yang demikian seperti itu yang nanti menjadikannya diucap bagaikan masjid terapung. Walaupun sesungguhnya tidak benar benar mengapung serta pula tidak terletak di atas air laut melainkan cuma berdiri diatas tiang tiang penyanggah yang dibuat dari beton bertulang yang ditancapkan ke dasar laut.

Proyek Pembangunan Masjid Amirul Mukminin

Proyek pembangunan Masjid Terapung Amirul Mukminin di Kota Makassar ini mulai dibentuk tahun 2010 tahun kemudian serta baru berakhir serta pula ditetapkan nyaris 8 tahun setelah itu ialah pada tahun 2018 yang kemudian. Proses pembangunan masjid ini ialah proses yang dibilang lumayan lama dengan seluruh berbagai konflik dan hambatan serta pula permasalahan internal sendiri. Suatu mega project yang lumayan ambisius, ini paling tidak pernah sebagian kali menuai kecaman serta pula polemik serta apalagi berujung penolakan dari bermacam susunan elemen warga Kota Makassar

Semenjak dini pengumuman pembangunannya, sudah menuai bermacam pendapat tidak lezat yang berhembus di tengah- tengah warga sampai para tokoh di Makassar serta Sulawesi Selatan tercantum nilai proyeknya yang diperkirakan hendak menghabiskan dana sebesar Rp. 230 Milyar Rupiah.

Nilai sebegitu besar dinilai hendak lebih berguna apabila dioptimalkan buat membangun fasilitas serta prasarana yang bermanfaat buat kesejahteraan warga Kota Makassar, ditambah lagi dengan keberatan dari para pemerhati serta pula penggiat pelestarian area.

Proses pembangunannya ini diawali dengan suatu perancangan

pada bagian tiang awal yang terjalin pada hari Selasa bertepatan pada 17 Agustus tahun 2010 dipandu langsung oleh oleh Gubernur Sulawesi Selatan dikala itu ialah ayah Nur Alam, serta pula dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Saleh Lasata, Walikota Makassar Ir Asrun, Wakil Pimpinan DPRD, La Pili, pejabat muspida serta mantan Menteri Agama, Profesor Dokter Said Agil Angkatan laut(AL) Munawar.

Upacara perancangan tiang awal itu bersamaan dengan bertepatan pada 7 Romadhon, serta pula di bertepatan pada 7 tersebut dikait kaitkan dengan jabatan Gubernur Sulawesi Selatan yang ke 7.

Sumber pendanaan Masjid Amirul Mukminin

DPRD bersama pemkab pernah buat mengalokasikan dana APBD sebesar 10 Miliyar buat keperluan dan pemancangan tiang penyanggah masjid Amirul Mukminin ini yang mana totalitas nya ini menggapai total 809 tiang yang mana hendak lekas ditancapkan di teluk Makassar sampai kedalaman menggapai 30 m. Buat sesi awal terjalin di tahun 2010 serta dikerjakan penancapan 37 tiang pancang.

Total waktu yang hendak direncanakan buat menuntaskan pembangunan suatu bangunan masjid merupakan dekat 4 tahun lamanya. Tidak hanya itu pula ada suatu bangunan masjid kecil di zona dekat masjid Amirul Mukminin, yang mana masjid ini tidak hanya bagaikan tempat ibadah pula bisa di peruntukan suatu jalur penghubung sepanjang 1, 6 Km pula dibentuk menghubungkan daratan kota Makassar ke lingkungan masjid ini. Berbeda halnya dengan konstruksi masjid yang seluruhnya memakai tiang pancang, causeway ataupun biasa diucap dengan jalur penghubung ini dibentuk dengan metoda menimbun laut ataupun reklamasi.

Ada pula nilai proyek pembangunan masjid ini memanglah lumayan fantastis, hingga dengan dikala diselenggarakannya Sholat subuh perdana di masjid ini, pembangunannya sudah menghabiskan dana dekat Rp. 250 Milyar Rupiah,

FILED UNDER : Uncategorized

Submit a Comment

Must be required * marked fields.

:*
:*