Intan / July 9, 2020

Kenalan Yuk Sama Trembesi, Pohon yang Sangat Bermanfaat

Setiap orang yang lahir pasti akan memiliki nama. Di mana pun kita berada, kita akan tetap memiliki nama yang sama, atau setidaknya kita hanya akan memiliki satu atau dua nama panggilan setiap hari. Tapi tahukah Anda, pohon yang satu ini memiliki banyak nama.

Di Jawa Barat atau Sunda mereka menyebutnya Ki Hujan, mereka yang berbahasa Melayu menyebutnya Kayu Ambon, sedangkan di Jawa pohon ini biasa disebut Munggur, Punggur atau Meh. Sementara mereka memanggilnya di pohon jam lima di negara tetangga Malaysia, namanya Jamjuree di Thailand dan Cay Mura di Vietnam.

Kenalan Yuk Sama Trembesi, Pohon yang Sangat Bermanfaat

Pohon ini juga memiliki nama panggilan yang berbeda dalam bahasa Inggris. Kadang-kadang disebut sebagai kenari India Timur, kadang-kadang sebagai pohon hujan, kadang-kadang sebagai pohon Saman, kadang-kadang sebagai Acacia Preta dan kadang-kadang sebagai Fuff Powder Palsu. Namun, akhirnya, masyarakat internasional sepakat untuk menyebut pohon ini Samanea Saman atau Albizia Saman, dan dikenal sebagai Trembesi di Indonesia.

Pohon ini termasuk dalam kategori tanaman cepat tumbuh, mereka dapat tumbuh 75 cm hingga 150 cm hanya dalam satu tahun. Pohon ini dapat tumbuh setinggi 15 hingga 25 meter dan diklasifikasikan sebagai tanaman “persisten”. Mengapa? Trembesi dapat bertahan di negara dengan musim kemarau hingga 4 bulan dan kisaran suhu 20 hingga 38 derajat Celcius.

Trembesi memiliki karakter daun yang tebal dan kemampuan menyerap karbon dioksida lebih tinggi dari pohon lain. Trembesi dapat menyerap 28,5 ton karbon dioksida / pohon / tahun. Jauh lebih dari akasia, yang menyerap 5,3 ton karbon dioksida / pohon / tahun, sedangkan Kenanga menyerap 0,8 ton karbon dioksida / pohon / tahun.

Pada tahun 2010 Djarum Trees For Life memulai gerakan penghijauan di Jawa melalui program penanaman Trembesi di sepanjang pantai utara Jawa Tengah. Garis pantai utara adalah salah satu jalur utama yang menjadi dorongan untuk transportasi darat. Diperkirakan puluhan ribu kendaraan melintas setiap hari, dari kendaraan roda dua hingga mobil dan truk. Djarum Trees For Life tidak hanya menanam, tetapi juga berkomitmen untuk Trembesi selama tiga tahun.

Pada awal Mei, Yayasan Djarum akhirnya mencapai titik terakhir untuk menghijaukan kondisi jalan di Jawa Tengah, termasuk Semarang – Bawen – Ambarawa – Magelang – Yogyakarta – Solo – Boyolali – ke Salatiga. Hingga 10.576 pohon Trembesi telah berhasil ditanam di semua jalur Joglosemar sepanjang 261 km. 10.000 pohon Trembesi melebihi tujuan semula.

Sejak didirikan pada tahun 2010, Djarum Trees For Life telah berhasil menanam Trembesi di area 2.150 km, yang membentang melintasi jalan tol Pantura, Madura, Kualanamu Medan, Joglosemar, Lombok dan Cipali.

Sebelum Anda beralih ke kayu asam, Anda harus mempelajari lebih lanjut tentang jenis kayu ini, khususnya tentang kelebihan dan kekurangannya dan cara merawatnya.

Apa itu Kayu Trembesi?

Kayu trembesi adalah kayu jenis Albizia. Jenis kayu ini cukup mudah ditemukan di Indonesia, tepatnya di wilayah Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Berbeda dengan pohon jati, pohon itu sendiri dapat tumbuh dengan cepat. Dengan demikian, konsumen tidak perlu memanjat untuk mendapatkan kayu asam dalam bentuk papan kayu atau balok.

Untungnya, pohon asam ini dapat tumbuh hingga 4 meter. Para tukang kayu pasti menyukainya karena lebih mudah bagi mereka untuk membuat kerajinan kayu besar atau panjang.

Fitur kayu

Kayu asam memiliki bagian tengah yang gelap seperti cokelat tua dengan garis hitam kecil. Sementara itu, warna putih gading muncul di tepi kayu. Perbedaan warna yang kontras ini memudahkan orang untuk melihat perbatasan.

Dilihat dari beratnya, asam jawa setara dengan akasia dan jati. Berat rata-rata mencapai 0,6 kg per meter kubik dan dengan demikian milik kelompok kayu berat.

FILED UNDER : Uncategorized

Submit a Comment

Must be required * marked fields.

:*
:*